Pengertian, Fungsi dan Contoh Sistem Informasi
Manajemen
Pengertian Sistem Informasi
ManajemenManajemen sendiri mencakup proses perencanaan,
pengorganisasian, pengawasan, pengarahan, dan lain-lain, dalam suatu
organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah
sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi.Dengan ini, dapat
disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan
sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna
untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.Artikel Terkait : Peranan Eksistensi Manajemen Informatika Dalam Sebuah Bisnis
Perkembangan Sistem Informasi
Manajemen
Pada awal
perkembangan komputerisasi informasi, komputer belum mempunyai program yang
berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang dimasukkan
secara manual ke dalam komputer. Setelah tahun 2000’an, sistem informasi
manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada berbagai
induk perusahaan dan cabang-cabangnya.
Sistem
tersebut kemudian dibentuk dalam sistem informasi berbasis komputer (Computer
Based Information System). Hingga kini, sistem informasi berjalan secara
terintegrasi dan berjalan secara otomatis.
SIM sendiri
mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem yang
digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak, yaitu perangkat
lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi.
Selanjutnya,
dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen
perusahaan dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.
Fungsi
Sistem Informasi Manajemen
Fungsi utama
diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi adalah sebagai
berikut:
1.
Mempermudah
pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian
kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi
dengannya.
2.
Meningkatkan
efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
3.
Meningkatkan
produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
4.
Meningkatkan
kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang
terkoordinir dan sistematis.
Contoh
Sistem Informasi Manajemen
Beberapa contoh
kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1. Enterprise
Resource Planning (ERP)
Sistem ERP
ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen
dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja
Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.
2. Supply
Chain Management (SCM)
Sistem SCM
ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan
terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok,
produsen, pengecer hingga konsumen akhir.
3. Transaction
Processing System (TPS)
TPS ini
berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang
rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris.
Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov
Jawa Timur.
4. Office
Automation System (OAS)
Sistem
aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu
perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user
di perusahaan. Contohnya adalah email.
5. Knowledge
Work System (KWS)
Sistem
informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi.
Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan
mereka.
6. Informatic
Management System (IMS)
IMS
berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga
dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga
dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi,
seperti e-procurement.
7. Decision
Support System (DSS)
Sistem ini
membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati
lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas
Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap
tahun.
8. Expert
System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem ini
pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah
dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke dalamnya.
Contohnya, sistem jadwal mekanik.
9. Group
Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System
(CSCWS)
Serupa
dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu
kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan
skenario. Contohnya adalah e-government.
10. Executive
Support System (ESS)
Sistem ini
membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan
berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.
Materi Sistem Informasi Manajemen PPT
Definisi Sistem Informasi Manajemen
– Sistem merupakan sekumpulan
unsur/elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan
kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Atau sistem merupakan suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran. Pembahasan kali ini berkaitan dengan materi sistem informasi
manajemen yang nantinya bisa anda download dalam bentuk PPT (powerpoint) di
akhir artikel ini.
Definisi Informasi menurut Raymod Mcleoad
R. Mcleoad mengatakan informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat
bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Jenis-jenis
informasi
– Formal: yang dihasilkan dari dalam organisasi
– Informal : yang berasal dari luar organisasi
– Formal: yang dihasilkan dari dalam organisasi
– Informal : yang berasal dari luar organisasi
Ciri-ciri
informasi
– Terbaru
– Tepat waktu
– Relevan
– Konsisten
– Penyajian dalam bentuk yang sederhana
– Terbaru
– Tepat waktu
– Relevan
– Konsisten
– Penyajian dalam bentuk yang sederhana
Penggunaan
informasi
– Low level managers
– Middle level managers
– Top level managers
– Low level managers
– Middle level managers
– Top level managers
Materi download
lainnya : materi it support dan sistem pengkabelan
Definisi Informasi menurut pakar/ahli
Gordon B.
Davis: Informasi
adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan
bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Jhon G.
Burch: Informasi
adalah hasil pembentukan penyusunan, pengorganisasian atau pengubahan data yang
menambah tingkat pengetahuan.
Definisi Sistem Informasi
Sistem
informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan pengolahan
transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
R. Mcleoad
menyatakan sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk
mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk
menampilkan informasi
Konsep Dasar
Informasi
Raymond
Mcleod menyatakan tentang informasi sebagai berikut: Informasi adalah data yang
diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Fungsi-fungsi
Informasi
Adapun
fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut:
– Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai
– Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai
– Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
– Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai
– Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai
– Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
Klasifikasi
Sistem
Suatu sistem
dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, yaitu:
1. Sistem Abstract (Abstract system) adalah sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide, contoh: sistem teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.
2. Sistem Fisik (Physical system) adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh: Sistem komputer, sistem produksi, Sistem pendidikan, dll.
3. Sistem Alamiah (Natural System) adalah suatu sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh: Sistem geologi
4. Sistem buatan manusia (Human made system) adalah suatu sistem yang dirancang atau didisain oleh manusia. Contoh: Sistem informasi
5. Sistem Deterministik (Deterministic System) adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh Sistem komputer.
6. Sistem Probabilitas (Probabilistic system) adalah sistem yang tidak bisa diramalkan. Contoh: Sistem manusia.
7. Sistem Tertutup (Closed System) adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.
8. Sistem Terbuka (Open System) adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.
1. Sistem Abstract (Abstract system) adalah sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide, contoh: sistem teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.
2. Sistem Fisik (Physical system) adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh: Sistem komputer, sistem produksi, Sistem pendidikan, dll.
3. Sistem Alamiah (Natural System) adalah suatu sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh: Sistem geologi
4. Sistem buatan manusia (Human made system) adalah suatu sistem yang dirancang atau didisain oleh manusia. Contoh: Sistem informasi
5. Sistem Deterministik (Deterministic System) adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh Sistem komputer.
6. Sistem Probabilitas (Probabilistic system) adalah sistem yang tidak bisa diramalkan. Contoh: Sistem manusia.
7. Sistem Tertutup (Closed System) adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.
8. Sistem Terbuka (Open System) adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.
Konsep
Dasar Sistem
Menurut Gordon
B. Davis (1984) menyatakan bahwa sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian
yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran
atau maksud. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Raymond Mcleoad,
menyatakan “Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan
sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu”. Jerry FitzGerald,
menyatakan “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran.
Karakteristik
Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu:
– Komponen/elemen (Component)
– Batas sistem (Boundary)
– Lingkungan Luar (Environment)
– Penghubung (Interface)
– Masukan (Input)
– Pengolah (Process)
– Keluaran (Output)
– Sasaran (Objective) atau tujuan (Goal)
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu:
– Komponen/elemen (Component)
– Batas sistem (Boundary)
– Lingkungan Luar (Environment)
– Penghubung (Interface)
– Masukan (Input)
– Pengolah (Process)
– Keluaran (Output)
– Sasaran (Objective) atau tujuan (Goal)
Contoh
Sistem
– Sistem komputer, terdiri dari elemen hardware, software, brainware
– Sistem Akuntansi
– Sistem transportasi, terdiri dari elemen jalan, kendaran, manusia
– Sistem komputer, terdiri dari elemen hardware, software, brainware
– Sistem Akuntansi
– Sistem transportasi, terdiri dari elemen jalan, kendaran, manusia
Sistem Informasi menurut pakar/ahli
Mcleoad
(1992)
mengemukakan pendapat mengenai sistem informasi yaitu: “Sistem informasi
merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari
sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi”.
Gordon B.
Davis dalam
bukunya yang berjudul Management Information System, mengemukakan
pendapatnya sebagai berikut: “Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem
manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung
fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”.
Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung oprasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.Bila istilah sistem dan informasi
digabung menjadi sistem informasi, maka bisa disimpulkan:
“Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan“.
“Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan“.
Model Umum
Sistem
Baca juga: Tutorial sistem pakar
Komponen
Sistem Informasi
Suatu informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yaitu:
– Blok masukan (input block) adalah data-data yang masuk ke dalam sistem.
– Blok model (model block) adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
– Blok keluaran (output block) adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
– Blok teknologi (technology block) merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.
– Blok basis data (database block) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
– Blok kendali (control block) adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.
Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
Suatu informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yaitu:
– Blok masukan (input block) adalah data-data yang masuk ke dalam sistem.
– Blok model (model block) adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
– Blok keluaran (output block) adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
– Blok teknologi (technology block) merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.
– Blok basis data (database block) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
– Blok kendali (control block) adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.
Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
Peran Dasar
Sistem Informasi dalam Bisnis
– Mendukung proses dan operasi bisnis
– Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya
– Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
– Mendukung proses dan operasi bisnis
– Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya
– Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
Kategori Dunia: Ekonomi
Definisi SIM, Sistem Informasi
Manajemen – Informasi dapat diibaratkan
sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di
dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan
perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan
bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu
tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya,
sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang
pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak
dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem
informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti
(sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat
penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective
business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi
yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan
transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya
sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas
perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan
pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti
suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat utnuk
tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan.
Sistem informasi manajeman
digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari
sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan
keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan
taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak
terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan
kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sistem informasi
manajemen, istilah yang umum dikenal orang
adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan
perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan
keputusan, dan sebuah “data base”.
KonsepDasarInformasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata atau setengah
nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau
kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan
naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi
akan dilakukan.
3. Data organized to help choose
some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the
choice is called business decision making)
Fungsi / Manfaat Sistem Informasi
Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem
yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang
berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi
sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data
yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa
mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan
keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan
yang efektif.
4. Mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan
diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam
aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem
informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan
pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi
untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi.
- See more at:
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html#sthash.UysaMNMg.dpuf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar